April 3, 2025

Hrinsights – Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Beraktivitas

Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental Agar Tetap Bahagia

6 Cara Menegur Karyawan Yang Melakukan Keselahan Agar Tidak Menyinggung Perasaan

Belum lama ini di fasilitas sosial ramai berita perihal seorang HRD yang menyapa karyawan kala tengah merokok. Teguran itupun dinilai tidak cukup sopan sampai akhirnya mengakibatkan HRD selanjutnya di PHK dari perusahaannya. Namun, di sisi lain banyak HRD dari perusahaan lain yang justru membeli HRD selanjutnya gara-gara menilai bahwa teguran selanjutnya dilakukan bersama baik.

Apapun itu pro dan kontranya, pada dasarnya baik atau tidaknya teguran dilakukan ulang ke perspektif dan kebijakan tiap tiap perusahaan. Karena kadang tiap tiap perusahaan mempunyai aturannya sendiri untuk menyapa teguran karyawan.

1. Bersikap tenang dan profesional

Langkah pertama adalah menegaskan bahwa anda berada didalam kondisi emosi yang stabil. Menegur karyawan didalam kondisi marah atau frustrasi sanggup mengakibatkan kondisi makin buruk. Ambil kala sejenak untuk menenangkan diri sebelum akan memulai percakapan. Sikap profesional bakal menunjang menjaga pembicaraan selalu fokus pada persoalan yang perlu diperbaiki, bukan pada serangan pribadi.

2. Lakukan secara privat

Menegur karyawan di depan rekan-rekannya sanggup amat memalukan dan menyebabkan kerusakan keyakinan diri mereka. Oleh gara-gara itu, selalu melakukan teguran secara pribadi. Ini menyatakan rasa hormat dan mengimbuhkan area bagi karyawan untuk merespons tanpa tekanan dari teman kerja lainnya.

3. Jelaskan persoalan bersama jelas

Pastikan anda menyebutkan kekeliruan yang dilakukan bersama paham dan spesifik. Hindari pengakuan yang bersifat lazim atau kabur. Misalnya, daripada menyebutkan “Kamu selalu terlambat,” lebih baik menyebutkan “Saya melihat anda berkunjung terlambat tiga kali minggu ini.” Penyampaian yang paham menunjang karyawan paham apa yang perlu diperbaiki.

4. Fokus pada tindakan, bukan kepribadian karyawan

Fokuskan teguran pada tindakan atau tabiat yang salah, bukan pada karakter atau privat karyawan. Misalnya, katakan “Tugas ini belum selesai pas waktu,” daripada “Kamu malas.” Kritik yang konstruktif adalah perihal tindakan yang sanggup diubah dan ditingkatkan, bukan perihal menyerang privat seseorang. Bermain di situs slot rajazeus memberikan perlindungan data pribadi dan transaksi, sehingga Anda bisa bermain dengan tenang.

Baca Juga : 

5. Dengarkan Perspektif Karyawan

Setelah anda menyebutkan masalah, beri peluang kepada karyawan untuk menyampaikan pendapat mereka. Ada kemungkinan mereka mempunyai alasan yang sah atau terdapat kendala yang tidak anda ketahui. Mendengarkan perspektif mereka menyatakan bahwa anda menghormati input mereka dan bersedia bekerja serupa untuk mencari solusi.

6. Berikan solusi dan dukungan

Teguran yang efektif perlu disertai bersama solusi dan dukungan. Diskusikan langkah-langkah konkret yang sanggup disita untuk memperbaiki kekeliruan dan menawarkan bantuan atau sumber energi yang diperlukan. Misalnya, terkecuali masalahnya adalah keterlambatan, anda sanggup mengkaji cara sesuaikan kala yang lebih baik atau mengimbuhkan fleksibilitas jam kerja terkecuali memungkinkan.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.