
Ini 5 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
Kota Makassar terkenal dengan kekayaan kulinernya. Seakan tidak ada habisnya jika membicarakan makanan khas kota ini. Kuliner yang melekat di telinga masyarakat ketika orang menyebut makanan khas Makassar, yakni Coto Makassar, Pisang Ijo, Pisang Epe, Sop Konro, dan lain sebagainya.
Namun, selain makanan-makanan itu ada kuliner lain yang tak kalah enak, seperti jajanan nasi kuning dan bubur ayam di Makassar. Kabarmakassar.com mencoba mengajak pembaca untuk mencoba mencicipi makanan khas Makassar yakni Bassang, olahan seperti bubur dari biji jagung dan juga campuran santan serta bumbu lainnya.
Meski kerap dijajakan keliling oleh penjual raja olympus Bassang, tetapi kita juga dapat membuat sendiri dari resep sederhana khas Makassar. Pasalnya, kuliner ini merupakan olahan yang cukup mudah membuatnya.
Baca Juga : 6 Masakan Olahan Daging Babi Paling Terkenal Dari Seluruh Dunia Yang Bisa Kamu Coba
Bassang merupakan makanan tempo dulu yang berselera Nusantara. Bahan utamanya berupa jagung pulut (jagung ketan) khas Sulawesi. Untuk membuatnya, biji jagung pulut yang sudah tua dikeluarkan kulit bijinya sehingga jagung terlihat sangat putih.
Kemudian, bulir jagung itu direndam satu malam lalu dimasak hingga airnya, kemudian tambahkan santan dan daun pandan. Masak hingga jagung menjadi empuk. Selanjutnya santan dikentalkan menggunakan campuran tepung terigu dan sedikit air. Lalu diberi garam dan vanili, aduk hingga rata.
Bassang lebih enak dihidangkan dalam keadaan panas dan diberi gula pasir secukupnya pada waktu disajikan. Rempah-rempah lain bisa saja ditambahkan ke dalam bassang seperti jahe, tergantung kesukaan masing-masing, misalnya kalau tak suka yang manis boleh tambah penyedap saja.
Katanya, dulu Pallubasa Serigala ini adalah makanan yang diperuntukkan untuk kelas pekerja, soalnya bahan-bahan yang digunakan harganya murah.
Namun siapa sangka, rasanya yang begitu menggugah selera mampu menjadikan makanan ini sebagai salah satu kuliner Makassar yang banyak diburu wisatawan!
Saya sampai di Pallubasa sekitar pukul 4 sore. Waktu itu enggak terlalu ramai, tapi hampir semua meja terisi.
Saya memilih meja yang kosong dan enggak lama, seorang pramusaji menghampiri saya, menanyakan saya ingin pesan apa.
Saya pun langsung memesan satu porsi Pallubasa beserta nasi. Kemudian, ia bertanya kembali apakah saya ingin menggunakan telur atau tidak, dan saya mengiyakan.
Enggak lama, pesanan saya langsung datang. Wah, ternyata porsinya kecil! Saya pikir ukuran mangkuknya standar seperti mangkuk biasa. Eh, tapi pas dicobain, ternyata semangkuk kecil aja cukup mengenyangkan, lho!
Oh ya, kalau kamu pernah mencoba Coto Makassar, mungkin kelihatannya Pallubasa Serigala ini mirip, ya. Namun sebenarnya dua kuliner Makassar ini berbeda.
Kuah Pallubasa yang berwaran cokelat memiliki tekstur lebih kental. Lalu, ada taburan kelapa parut sangrai yang dijadikan pelengkap yang mana mampu menambah tingkat kegurihan dan membuat aroma makanan ini lebih kelu
Bagi sebagian orang, bekerja bisa menjadi faktor positif bagi kesehatan mental. Pekerjaan tidak hanya menyediakan penghasilan dan kesempatan untuk bergaul dengan teman, tetapi juga memberikan rasa tujuan dan peluang untuk berkembang secara pribadi.
Namun, beban kerja berlebihan, jadwal padat, dan lingkungan kerja yang tidak mendukung justru dapat menyebabkan stres. Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan bahkan berujung pada depresi.
Nah, untuk mengatasinya, kamu dapat menerapkan beberapa cara menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja. Dengan begitu, kamu bisa lebih produktif dalam bekerja tanpa terbebani stress. Berikut ulasannya!
Cara Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan mental di kantor atau lingkungan kerja:
1. Luangkan waktu beristirahat
Beristirahat dapat sangat membantu menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.
Cobalah untuk mengambil jeda beberapa menit dari tugas yang sedang kamu kerjakan atau menikmati waktu istirahat makan siang di kantor dengan tenang. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan waktu akhir pekan untuk beristirahat dan menyegarkan pikiran.
Memberikan dirimu waktu untuk diri sendiri adalah langkah penting dalam mengelola stres. Jika stres mulai terasa tidak tertahankan, jangan ragu untuk mengambil cuti kalau memang perlu.
Apabila kamu mengalami gejala gangguan kesehatan mental, segera hubungi psikolog atau psikiater. Kamu bisa membaca artikel berikut ini untuk mengetahui obat yang mungkin akan diresepkan:
- Ini Pilihan Obat Penenang Depresi yang Biasa Diresepkan Dokter
2. Bangun hubungan yang baik dengan rekan kerja
Membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja dapat sangat berpengaruh pada kesehatan mental di tempat kerja.
Terhubung dengan orang-orang di sekitar kamu tidak hanya membantumu mendapatkan koneksi profesional, tetapi juga dapat membuat suasana kerja menjadi lebih menyenangkan.
Cobalah untuk menyapa rekan kerja dan saling mendukung satu sama lain di tempat kerja. Selain itu, kamu juga mungkin bisa mencari kesamaan dengan rekan kerja, misalnya terkait dengan hobi atau hal yang disenangi.
3. Jangan membandingkan diri
Dalam lingkungan kerja, sering kali kita membandingkan diri dengan rekan kerja terkait perjalanan karier dan pencapaian. Hal ini dapat menimbulkan rasa rendah diri dan ketidakbahagiaan.
Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan, hampir setengah dari karyawan merasa kesehatan mental mereka terganggu akibat membandingkan diri dengan rekan kerja. Nah, hindarilah kebiasaan tersebut untuk menghindari munculnya perasaan negatif yang bisa memengaruhi kesehatan mental.
Sebaiknya, fokuskan perhatian pada perkembangan diri sendiri dan tujuan yang ingin kamu capai. Jika kamu merasa rendah diri, coba juga terapkan beberapa tips berikut ini: “Ini 5 Cara Menerapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari”.
4. Komunikasikan dengan atasan
Untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja, penting untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan stres dan apa solusi yang kira-kira sesuai. Setelah mengetahui faktor-faktor tersebut, bicarakan dengan atasan atau pihak terkait di perusahaan.
Misalnya, jika beban kerja berlebihan menjadi masalah, coba diskusikan dengan manajer dan coba tetapkan target yang realistis. Contoh lain, apabila kamu mengalami diskriminasi di tempat kerja, jangan ragu pula untuk melaporkannya.
Pihak perusahaan mungkin dapat melakukan perubahan untuk membantu mengatasi masalah yang kamu hadapi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif.
5. Mengikuti kegiatan dengan rekan kerja
Biasanya, banyak perusahaan mengadakan acara bonding atau kegiatan serupa untuk mempererat hubungan antar karyawan. Jika tempat kerjamu termasuk salah satunya, cobalah untuk ikut serta.
Mengikuti kegiatan kelompok dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkuat hubungan dengan rekan kerja, sekaligus memberikan kesempatan untuk bersantai dan mengurangi stres.
Manfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan kolega, yang pada gilirannya dapat membantu menjaga kesehatan mentalmu di lingkungan kerja.

10 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental Agar Tetap Bahagia
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan lahiriah, sebab secara lantas memberi pengaruh cara kita berpikir, merasa dan bertingkah ketika menjalani kehidupan. Kesehatan mental yang bagus yaitu aspek utama yang diperlukan untuk mendorong kesejahteraan hidup kita.
Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami cara-cara menjaga kesehatan mental yang bagus, supaya bisa merasakan bermacam manfaatnya, seperti:
Bendung dalam menghadapi kesulitan sehari-hari.
Sehat secara lahiriah.
Merasakan hidup secara lebih bagus.
Sanggup membangun hubungan antar manusia yang sehat.
Mengeluarkan potensi diri sepenuhnya.
Berprofesi secara produktif.
Berkontribusi kepada masyarakat.
Metode-Metode Menjaga Kesehatan Mental
Menjaga kesehatan semestinya dimulai dari diri sendiri. Mental yang hancur, tidak cuma akan berdampak buruk pada kesehatan, melainkan juga bisa menyebabkan bermacam gangguan emosionil dan mental (nervous breakdown).
Beraneka cara ini bisa Anda lakukan untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan mental Anda.
1. Miliki Pola Hidup Sehat
Pola hidup yang sehat terdiri dari pola makan sehat dan kesibukan lahiriah teratur, yang tidak cuma berkhasiat bagi kesehatan lahiriah, melainkan juga mental.
Pola Makan Sehat
Makanlah makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan sepadan termasuk:
Karbohidrat: nasi, sereal, roti
Protein: hewani (daging, ikan, ayam, susu) dan nabati (kacang-kacangan, biji-bijian).
Buah dan sayur.
Karbohidrat diandalkan bisa meningkatkan serotonin, yang mempunyai efek menenangkan suasana hati. Sayur dan buah juga mengandung nutrisi yang bisa memberi pengaruh senyawa kimia otak dalam mengendalikan suasana hati. Meskipun asam lemak omega-3 dalam protein hewani dan nabati, selain penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh, juga bisa meningkatkan fungsi kognitif otak dan suasana hati.
Batasi minuman berkafein dan tinggi gula, yang bisa memberi pengaruh joker123 suasana hati dan daya kerja otak. Minumlah cukup air putih untuk menjaga kadar air dalam organ-organ tubuh, termasuk otak.
Kesibukan Fisik
Para spesialis mengatakan bahwa mengerjakan kesibukan lahiriah secara teratur bisa memperbaiki konsentrasi, kualitas tidur, kebugaran dan perasaan, serta meningkatkan kepercayaan diri. Dikala bergerak, tubuh akan melepas hormon endorfin, yang bisa membuat kita merasa nyaman.
Lakukan kesibukan lahiriah secara rutin, minimal 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu. Tak perlu ke pusat kebugaran atau lapangan olahraga untuk melakukannya. Cukup dengan berjalan kaki, naik turun tangga, berkebun, atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
2. Kelola Stres dengan Baik
Stres yaitu komponen dari hidup, dan dalam batas yang wajar diperlukan, contohnya dalam mengejar deadline atau target. Tetapi, stres yang berlebihan bisa memunculkan ketidaknyamanan dan gangguan kecemasan, yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Baca Juga : Homesick: Pahami Hal-Hal ini Saat Sedang Mengalaminya
Kenali stres yang bisa dihindari dan tidak bisa dihindari. Persiapkan diri untuk menghadapi stres dengan cara-cara yang lebih sehat. Anda bisa mempelajari teknik-teknik meredakan stres, seperti yoga, meditasi, teknik pernafasan, dan relaksasi.
3. Cukup Beristirahat
Luangkan waktu untuk beristirahat di tengah pekerjaan dan kesibukan, supaya Anda tidak merasa lelah berlebihan (burnout). Contohnya, memanfaatkan waktu makan siang di kantor untuk bersantai, pergi berwisata di akhir pekan, atau mengambil cuti beberapa hari setelah tugas-tugas dituntaskan.
Perubahan rutinitas dan pergantian suasana juga bisa membantu memperbaiki kesehatan mental. Contohnya, berjalan-jalan di taman atau berolahraga ringan ketika rehat di kantor.
Pastikan Anda juga cukup tidur di jam yang teratur. Mutu tidur yang bagus bisa memperbaiki kesehatan mental dan membuat Anda lebih konsentrasi ketika bangun.
4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Pertahankan hubungan yang bagus dengan keluarga dan orang-orang di sekitar Anda. Mutu hubungan yang bagus dengan orang lain bisa memperkaya kehidupan kita, serta memberi rasa bersuka ria sejahtera.
Melakukan hal yang berkhasiat bagi orang lain juga bisa membuat kita merasa diperlukan dan dihargai, serta meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian memperlihatkan, membantu orang lain mempunyai efek positif pada perasaan dan bagaimana kita melihat diri sendiri.
5. Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri
Lakukan hal-hal yang disukai atau hobi di waktu pribadi Anda, seperti membaca buku, bermain musik, membuat kerajinan tangan, melukis, atau bermain dengan binatang peliharaan. Sediakan waktu untuk mengerjakan perawatan diri (self-care) atau refleksi diri, supaya mental Anda segar kembali
Anda bahkan semestinya bisa memutuskan batasan yang terang antara pekerjaan dan waktu pribadi untuk menjaga keseimbangan hidup dan mencegah kelelahan (burnout).
6. Menerima Diri dan Menetapkan Tujuan yang Realistis
Tiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kita bisa mendapatkan diri sendiri dan berpikir positif, kita akan mempunyai harga diri yang bagus, dan lebih sanggup menghadapi kesulitan hidup.
Mengenali kelebihan kita akan membuat kita sanggup konsentrasi mengerjakan apa yang bisa kita lakukan dengan bagus, menjelajahi tempat-tempat baru, serta menambah teman baru.
Sebaliknya, mendapatkan kekurangan dan kelemahan diri sendiri membuat kita lebih berani belajar hal yang baru, serta memutuskan tujuan yang lebih realistis. Jika ada hal yang ingin kita ubah, jalani langkah-langkah menuju perubahan itu secara bertahap hingga tercapai.
7. Cari Hal-hal Yang Semestinya Disyukuri
Rasa berterima kasih bisa meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kualitas kesehatan mental kita. Temukan hal-hal yang semestinya kita syukuri setiap hari, dan nikmati perasaan hal yang demikian. Tuliskan dalam jurnal atau camkan dalam hati Anda.
8. Hindari Alkohol, Rokok, dan Obat Terlarang
Sebagian orang berusaha untuk menuntaskan stres, kecemasan, dan keresahan yang dirasakannya dengan cara-cara tidak sehat, seperti merokok, minum minuman menandung alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang (NAPZA).
Meskipun, alkohol, nikotin, dan NAPZA efeknya cuma sementara dan tidak menuntaskan akar permasalahannya. Sebaliknya, bahkan memunculkan persoalan baru berupa ketergantungan kepada zat-zat adiktif ini.
Pengaruhnya|} merugikan, terutamanya kalau penderitanya mengalami gejala putus zat yang bisa memberi pengaruh otak. Untuk itu, hindari pengaplikasian alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang untuk meredakan gangguan emosionil yang sedang Anda rasakan.