
Ciri-Ciri Terkena Skizofrenia Mengenali Gejala dan Tanda Peringatan
Skizofrenia adalah gangguan mental yang serius yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Penderita skizofrenia mungkin tampak tidak terkendali atau jauh dari kenyataan. Mengetahui ciri-ciri dan gejala skizofrenia sangat penting agar seseorang dapat segera mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri skizofrenia yang umum, serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
1. Halusinasi
Halusinasi adalah salah satu gejala utama skizofrenia. Penderita skizofrenia sering mengalami halusinasi pendengaran (mendengar suara yang tidak ada) atau halusinasi visual (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada). Halusinasi ini bisa sangat mengganggu dan membuat penderita merasa kebingungan atau takut.
-
Halusinasi pendengaran: Suara yang terdengar mungkin menyuruh penderita untuk melakukan sesuatu atau berbicara tentang mereka.
-
Halusinasi visual: Penderita mungkin melihat benda atau orang yang tidak ada.
2. Delusi (Pemikiran Palsu)
Delusi adalah keyakinan yang salah atau berpikir secara tidak realistis yang tidak didasarkan pada kenyataan. Penderita skizofrenia sering kali memiliki delusi yang mengganggu, seperti:
-
Delusi kejaran: Keyakinan bahwa seseorang atau kelompok sedang berusaha menyakiti atau memata-matai mereka.
-
Delusi kebesaran: Merasa bahwa mereka memiliki kemampuan luar biasa atau status yang sangat tinggi, seperti menjadi seorang pemimpin besar atau memiliki kekuatan super.
-
Delusi kontrol: Merasa bahwa pikiran mereka dikendalikan oleh kekuatan luar atau bahwa orang lain dapat mendengarkan atau memengaruhi pikiran mereka.
3. Gangguan Pikiran dan Berbicara
Penderita skizofrenia sering kali mengalami gangguan dalam pola pikir mereka, yang mempengaruhi cara mereka berbicara. Beberapa tanda gangguan berpikir termasuk:
-
Kebingungan dalam berbicara: Penderita mungkin kesulitan dalam mengorganisir kalimat dengan baik atau berbicara dengan cara yang tidak koheren.
-
Mengalihkan pembicaraan secara tiba-tiba: Penderita dapat mulai berbicara tentang topik yang tidak relevan atau sering kali berpindah dari satu topik ke topik lainnya tanpa alasan yang jelas.
4. Perilaku yang Tidak Terkendali
Penderita skizofrenia mungkin menunjukkan perilaku yang tidak biasa, yang kadang-kadang bisa terlihat aneh atau tidak sesuai dengan situasi sosial. Mereka mungkin melakukan tindakan yang tidak logis atau bahkan berbahaya untuk diri mereka sendiri atau orang lain. Beberapa contoh perilaku yang tidak terkendali meliputi:
-
Menarik diri dari orang lain atau menghindari interaksi sosial.
-
Melakukan gerakan tubuh yang repetitif atau tidak wajar.
-
Mengabaikan kebersihan atau perawatan diri.
5. Pengurangan Kemampuan Berfungsi
Skizofrenia dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penderita mungkin kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya mereka nikmati, dan mereka mungkin kesulitan untuk berfungsi secara normal di rumah, sekolah, atau pekerjaan. Beberapa tanda pengurangan kemampuan berfungsi termasuk:
-
Tidak menjaga kebersihan diri atau berpakaian secara semestinya.
-
Tidak mampu bekerja atau belajar seperti sebelumnya.
-
Kehilangan minat dalam berinteraksi dengan teman-teman atau keluarga.
6. Emosi Datar atau Terhambat
Penderita skizofrenia sering menunjukkan emosi yang datar atau terbatas, di mana mereka tidak menunjukkan banyak ekspresi wajah atau reaksi terhadap perasaan mereka. Ini dikenal sebagai afek datar. Mereka mungkin terlihat tidak terpengaruh oleh peristiwa besar dalam hidup atau kehilangan minat pada kegiatan yang biasa mereka nikmati.
7. Kesulitan Berfokus dan Mengingat
Kesulitan dalam konsentrasi dan ingatan sering terjadi pada orang dengan skizofrenia. Penderita mungkin kesulitan untuk mengikuti percakapan atau menyelesaikan tugas-tugas sederhana. Hal ini bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk bekerja atau bersekolah.
8. Isolasi Sosial
Karena gejala-gejalanya yang mengganggu, penderita skizofrenia sering merasa terasing dari orang lain. Mereka mungkin menarik diri dari teman-teman dan keluarga, merasa bahwa orang lain tidak mengerti atau bahkan mengancam mereka. Isolasi sosial ini sering memperburuk kondisi dan memperparah gejala.
9. Perubahan Pola Tidur dan Nafsu Makan
Penderita skizofrenia sering mengalami perubahan besar dalam pola tidur dan https://www.koisushiraleigh.com/ nafsu makan. Beberapa orang merasa sangat kelelahan dan tidur lebih banyak dari biasanya, sementara yang lain mengalami insomnia atau tidur yang sangat sedikit. Selain itu, beberapa penderita skizofrenia juga mungkin mengalami penurunan nafsu makan atau makan berlebihan.
10. Gejala Kognitif
Skizofrenia juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif, yang berhubungan dengan pemikiran, memori, dan pengambilan keputusan. Gejala kognitif ini bisa meliputi:
-
Kesulitan mengingat informasi.
-
Gangguan dalam perencanaan dan pemecahan masalah.
-
Pengambilan keputusan yang impulsif atau tidak rasional.
BACA JUGA DISINI: Cara Agar Mental Kuat di Tempat Kerja: Tips untuk Menghadapi Tantangan dengan Percaya Diri

Cara Agar Mental Kuat di Tempat Kerja: Tips untuk Menghadapi Tantangan dengan Percaya Diri
Mental yang kuat adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang di tempat kerja. Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai tantangan, tekanan, dan situasi yang menguji ketahanan mental kita. Tanpa mental yang kuat, kita bisa mudah merasa stres, tertekan, atau bahkan kehilangan motivasi. Namun, dengan pendekatan yang tepat, kita bisa mengasah mental agar tetap tangguh di tempat kerja. Artikel ini akan memberikan tips praktis untuk membantu Anda memiliki mental yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional.
1. Bangun Rutin yang Positif
Rutin yang baik dimulai sejak pagi hari. Kebiasaan yang Anda lakukan sebelum berangkat kerja akan memengaruhi energi dan semangat Anda sepanjang hari. Cobalah untuk membangun rutinitas pagi yang positif, seperti olahraga ringan, meditasi, atau membaca buku motivasi. Hal ini akan membantu Anda memulai hari dengan pikiran yang jernih dan penuh energi positif.
Selain itu, menjaga rutinitas tidur yang cukup juga penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental Anda. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan Anda untuk fokus di tempat kerja. Tidur yang cukup akan membantu Anda merasa lebih segar dan siap menghadapi tantangan sepanjang hari.
2. Kelola Stres dengan Baik
Stres adalah bagian tak terhindarkan dari dunia kerja, tetapi cara Anda mengelola stres akan sangat memengaruhi kekuatan mental Anda. Salah satu cara yang efektif untuk mengelola stres adalah dengan teknik pernapasan dalam atau meditasi singkat selama beberapa menit di tempat kerja. Ini dapat membantu menenangkan pikiran dan memberi Anda ketenangan saat merasa tertekan.
Selain itu, jangan ragu untuk mengambil jeda sejenak. Jika Anda merasa kewalahan https://www.homepws.com/, lakukan istirahat kecil untuk merefresh pikiran Anda. Berjalan-jalan sebentar atau melakukan stretching juga dapat membantu tubuh dan pikiran kembali rileks.
3. Fokus pada Tujuan dan Prioritas
Mental yang kuat tumbuh dari kemampuan untuk fokus pada tujuan dan prioritas Anda. Ketika pekerjaan terasa berat, ingatkan diri Anda tentang tujuan yang ingin Anda capai. Fokus pada alasan mengapa Anda melakukan pekerjaan tersebut dan bagaimana pekerjaan itu dapat mendukung impian dan tujuan jangka panjang Anda.
Menetapkan prioritas yang jelas setiap hari juga akan membantu Anda mengelola beban kerja dengan lebih efisien. Cobalah untuk tidak terjebak dalam rasa kewalahan dengan banyaknya tugas. Pecah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil, dan prioritaskan hal-hal yang paling penting.
4. Jangan Takut untuk Mengatakan Tidak
Mental yang kuat juga berarti mampu menetapkan batasan. Seringkali, kita merasa terbebani dengan banyaknya permintaan atau tugas tambahan. Jika Anda merasa terlalu banyak, jangan takut untuk berkata tidak atau meminta waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Mengatakan tidak dengan bijak akan memberi Anda ruang untuk fokus pada pekerjaan yang lebih penting dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
5. Bangun Dukungan Sosial
Lingkungan kerja yang positif dapat memperkuat mental Anda. Bangun hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan. Memiliki dukungan sosial di tempat kerja akan memberi Anda rasa aman dan nyaman untuk berbicara tentang tantangan atau kesulitan yang Anda hadapi.
Tidak jarang, rekan kerja yang memiliki pengalaman serupa dapat memberikan perspektif yang berbeda dan solusi yang berguna. Jangan ragu untuk meminta bantuan atau bertanya jika Anda merasa kesulitan. Kerja tim yang solid dapat membantu Anda merasa lebih kuat dalam menghadapi tantangan.
6. Kembangkan Sikap Positif dan Optimis
Sikap positif adalah salah satu pilar penting dalam memiliki mental yang kuat. Cobalah untuk melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Alih-alih merasa tertekan, anggaplah setiap tugas yang sulit sebagai langkah menuju pencapaian pribadi.
Saat menghadapi kesulitan, berbicara dengan diri sendiri secara positif dapat meningkatkan rasa percaya diri. Ubah kalimat negatif seperti “Saya tidak bisa” menjadi “Saya akan mencoba” atau “Saya bisa belajar dari ini.” Sikap optimis akan membantu Anda melihat peluang di balik setiap tantangan.
7. Terima dan Belajar dari Kegagalan
Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Jangan biarkan kegagalan atau kesalahan kecil mengurangi kepercayaan diri Anda. Mental yang kuat datang dari kemampuan untuk bangkit dan belajar dari pengalaman tersebut. Setiap kegagalan adalah kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan.
Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, evaluasi apa yang bisa dipelajari dan bagaimana Anda bisa memperbaiki ke depannya. Ini akan membuat Anda lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang.
8. Jaga Keseimbangan Kehidupan dan Kerja
Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan sangat penting untuk menjaga kesehatan mental Anda. Jangan sampai pekerjaan menguasai seluruh waktu dan energi Anda. Sisihkan waktu untuk keluarga, teman, hobi, atau aktivitas yang Anda nikmati.
Menghabiskan waktu untuk diri sendiri di luar jam kerja dapat memberi Anda energi baru dan membantu Anda menjaga mental tetap kuat. Ingatlah bahwa kebahagiaan dan kepuasan hidup tidak hanya datang dari kesuksesan di tempat kerja, tetapi juga dari keseimbangan hidup secara keseluruhan.

Ini 5 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
Kota Makassar terkenal dengan kekayaan kulinernya. Seakan tidak ada habisnya jika membicarakan makanan khas kota ini. Kuliner yang melekat di telinga masyarakat ketika orang menyebut makanan khas Makassar, yakni Coto Makassar, Pisang Ijo, Pisang Epe, Sop Konro, dan lain sebagainya.
Namun, selain makanan-makanan itu ada kuliner lain yang tak kalah enak, seperti jajanan nasi kuning dan bubur ayam di Makassar. Kabarmakassar.com mencoba mengajak pembaca untuk mencoba mencicipi makanan khas Makassar yakni Bassang, olahan seperti bubur dari biji jagung dan juga campuran santan serta bumbu lainnya.
Meski kerap dijajakan keliling oleh penjual raja olympus Bassang, tetapi kita juga dapat membuat sendiri dari resep sederhana khas Makassar. Pasalnya, kuliner ini merupakan olahan yang cukup mudah membuatnya.
Baca Juga : 6 Masakan Olahan Daging Babi Paling Terkenal Dari Seluruh Dunia Yang Bisa Kamu Coba
Bassang merupakan makanan tempo dulu yang berselera Nusantara. Bahan utamanya berupa jagung pulut (jagung ketan) khas Sulawesi. Untuk membuatnya, biji jagung pulut yang sudah tua dikeluarkan kulit bijinya sehingga jagung terlihat sangat putih.
Kemudian, bulir jagung itu direndam satu malam lalu dimasak hingga airnya, kemudian tambahkan santan dan daun pandan. Masak hingga jagung menjadi empuk. Selanjutnya santan dikentalkan menggunakan campuran tepung terigu dan sedikit air. Lalu diberi garam dan vanili, aduk hingga rata.
Bassang lebih enak dihidangkan dalam keadaan panas dan diberi gula pasir secukupnya pada waktu disajikan. Rempah-rempah lain bisa saja ditambahkan ke dalam bassang seperti jahe, tergantung kesukaan masing-masing, misalnya kalau tak suka yang manis boleh tambah penyedap saja.
Katanya, dulu Pallubasa Serigala ini adalah makanan yang diperuntukkan untuk kelas pekerja, soalnya bahan-bahan yang digunakan harganya murah.
Namun siapa sangka, rasanya yang begitu menggugah selera mampu menjadikan makanan ini sebagai salah satu kuliner Makassar yang banyak diburu wisatawan!
Saya sampai di Pallubasa sekitar pukul 4 sore. Waktu itu enggak terlalu ramai, tapi hampir semua meja terisi.
Saya memilih meja yang kosong dan enggak lama, seorang pramusaji menghampiri saya, menanyakan saya ingin pesan apa.
Saya pun langsung memesan satu porsi Pallubasa beserta nasi. Kemudian, ia bertanya kembali apakah saya ingin menggunakan telur atau tidak, dan saya mengiyakan.
Enggak lama, pesanan saya langsung datang. Wah, ternyata porsinya kecil! Saya pikir ukuran mangkuknya standar seperti mangkuk biasa. Eh, tapi pas dicobain, ternyata semangkuk kecil aja cukup mengenyangkan, lho!
Oh ya, kalau kamu pernah mencoba Coto Makassar, mungkin kelihatannya Pallubasa Serigala ini mirip, ya. Namun sebenarnya dua kuliner Makassar ini berbeda.
Kuah Pallubasa yang berwaran cokelat memiliki tekstur lebih kental. Lalu, ada taburan kelapa parut sangrai yang dijadikan pelengkap yang mana mampu menambah tingkat kegurihan dan membuat aroma makanan ini lebih kelu
Bagi sebagian orang, bekerja bisa menjadi faktor positif bagi kesehatan mental. Pekerjaan tidak hanya menyediakan penghasilan dan kesempatan untuk bergaul dengan teman, tetapi juga memberikan rasa tujuan dan peluang untuk berkembang secara pribadi.
Namun, beban kerja berlebihan, jadwal padat, dan lingkungan kerja yang tidak mendukung justru dapat menyebabkan stres. Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan bahkan berujung pada depresi.
Nah, untuk mengatasinya, kamu dapat menerapkan beberapa cara menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja. Dengan begitu, kamu bisa lebih produktif dalam bekerja tanpa terbebani stress. Berikut ulasannya!
Cara Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan mental di kantor atau lingkungan kerja:
1. Luangkan waktu beristirahat
Beristirahat dapat sangat membantu menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.
Cobalah untuk mengambil jeda beberapa menit dari tugas yang sedang kamu kerjakan atau menikmati waktu istirahat makan siang di kantor dengan tenang. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan waktu akhir pekan untuk beristirahat dan menyegarkan pikiran.
Memberikan dirimu waktu untuk diri sendiri adalah langkah penting dalam mengelola stres. Jika stres mulai terasa tidak tertahankan, jangan ragu untuk mengambil cuti kalau memang perlu.
Apabila kamu mengalami gejala gangguan kesehatan mental, segera hubungi psikolog atau psikiater. Kamu bisa membaca artikel berikut ini untuk mengetahui obat yang mungkin akan diresepkan:
- Ini Pilihan Obat Penenang Depresi yang Biasa Diresepkan Dokter
2. Bangun hubungan yang baik dengan rekan kerja
Membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja dapat sangat berpengaruh pada kesehatan mental di tempat kerja.
Terhubung dengan orang-orang di sekitar kamu tidak hanya membantumu mendapatkan koneksi profesional, tetapi juga dapat membuat suasana kerja menjadi lebih menyenangkan.
Cobalah untuk menyapa rekan kerja dan saling mendukung satu sama lain di tempat kerja. Selain itu, kamu juga mungkin bisa mencari kesamaan dengan rekan kerja, misalnya terkait dengan hobi atau hal yang disenangi.
3. Jangan membandingkan diri
Dalam lingkungan kerja, sering kali kita membandingkan diri dengan rekan kerja terkait perjalanan karier dan pencapaian. Hal ini dapat menimbulkan rasa rendah diri dan ketidakbahagiaan.
Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan, hampir setengah dari karyawan merasa kesehatan mental mereka terganggu akibat membandingkan diri dengan rekan kerja. Nah, hindarilah kebiasaan tersebut untuk menghindari munculnya perasaan negatif yang bisa memengaruhi kesehatan mental.
Sebaiknya, fokuskan perhatian pada perkembangan diri sendiri dan tujuan yang ingin kamu capai. Jika kamu merasa rendah diri, coba juga terapkan beberapa tips berikut ini: “Ini 5 Cara Menerapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari”.
4. Komunikasikan dengan atasan
Untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja, penting untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan stres dan apa solusi yang kira-kira sesuai. Setelah mengetahui faktor-faktor tersebut, bicarakan dengan atasan atau pihak terkait di perusahaan.
Misalnya, jika beban kerja berlebihan menjadi masalah, coba diskusikan dengan manajer dan coba tetapkan target yang realistis. Contoh lain, apabila kamu mengalami diskriminasi di tempat kerja, jangan ragu pula untuk melaporkannya.
Pihak perusahaan mungkin dapat melakukan perubahan untuk membantu mengatasi masalah yang kamu hadapi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif.
5. Mengikuti kegiatan dengan rekan kerja
Biasanya, banyak perusahaan mengadakan acara bonding atau kegiatan serupa untuk mempererat hubungan antar karyawan. Jika tempat kerjamu termasuk salah satunya, cobalah untuk ikut serta.
Mengikuti kegiatan kelompok dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkuat hubungan dengan rekan kerja, sekaligus memberikan kesempatan untuk bersantai dan mengurangi stres.
Manfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan kolega, yang pada gilirannya dapat membantu menjaga kesehatan mentalmu di lingkungan kerja.