Kota Makassar terkenal dengan kekayaan kulinernya. Seakan tidak ada habisnya jika membicarakan makanan khas kota ini. Kuliner yang melekat di telinga masyarakat ketika orang menyebut makanan khas Makassar, yakni Coto Makassar, Pisang Ijo, Pisang Epe, Sop Konro, dan lain sebagainya.
Namun, selain makanan-makanan itu ada kuliner lain yang tak kalah enak, seperti jajanan nasi kuning dan bubur ayam di Makassar. Kabarmakassar.com mencoba mengajak pembaca untuk mencoba mencicipi makanan khas Makassar yakni Bassang, olahan seperti bubur dari biji jagung dan juga campuran santan serta bumbu lainnya.
Meski kerap dijajakan keliling oleh penjual raja olympus Bassang, tetapi kita juga dapat membuat sendiri dari resep sederhana khas Makassar. Pasalnya, kuliner ini merupakan olahan yang cukup mudah membuatnya.
Baca Juga : 6 Masakan Olahan Daging Babi Paling Terkenal Dari Seluruh Dunia Yang Bisa Kamu Coba
Bassang merupakan makanan tempo dulu yang berselera Nusantara. Bahan utamanya berupa jagung pulut (jagung ketan) khas Sulawesi. Untuk membuatnya, biji jagung pulut yang sudah tua dikeluarkan kulit bijinya sehingga jagung terlihat sangat putih.
Kemudian, bulir jagung itu direndam satu malam lalu dimasak hingga airnya, kemudian tambahkan santan dan daun pandan. Masak hingga jagung menjadi empuk. Selanjutnya santan dikentalkan menggunakan campuran tepung terigu dan sedikit air. Lalu diberi garam dan vanili, aduk hingga rata.
Bassang lebih enak dihidangkan dalam keadaan panas dan diberi gula pasir secukupnya pada waktu disajikan. Rempah-rempah lain bisa saja ditambahkan ke dalam bassang seperti jahe, tergantung kesukaan masing-masing, misalnya kalau tak suka yang manis boleh tambah penyedap saja.
Katanya, dulu Pallubasa Serigala ini adalah makanan yang diperuntukkan untuk kelas pekerja, soalnya bahan-bahan yang digunakan harganya murah.
Namun siapa sangka, rasanya yang begitu menggugah selera mampu menjadikan makanan ini sebagai salah satu kuliner Makassar yang banyak diburu wisatawan!
Saya sampai di Pallubasa sekitar pukul 4 sore. Waktu itu enggak terlalu ramai, tapi hampir semua meja terisi.
Saya memilih meja yang kosong dan enggak lama, seorang pramusaji menghampiri saya, menanyakan saya ingin pesan apa.
Saya pun langsung memesan satu porsi Pallubasa beserta nasi. Kemudian, ia bertanya kembali apakah saya ingin menggunakan telur atau tidak, dan saya mengiyakan.
Enggak lama, pesanan saya langsung datang. Wah, ternyata porsinya kecil! Saya pikir ukuran mangkuknya standar seperti mangkuk biasa. Eh, tapi pas dicobain, ternyata semangkuk kecil aja cukup mengenyangkan, lho!
Oh ya, kalau kamu pernah mencoba Coto Makassar, mungkin kelihatannya Pallubasa Serigala ini mirip, ya. Namun sebenarnya dua kuliner Makassar ini berbeda.
Kuah Pallubasa yang berwaran cokelat memiliki tekstur lebih kental. Lalu, ada taburan kelapa parut sangrai yang dijadikan pelengkap yang mana mampu menambah tingkat kegurihan dan membuat aroma makanan ini lebih kelu
Bagi sebagian orang, bekerja bisa menjadi faktor positif bagi kesehatan mental. Pekerjaan tidak hanya menyediakan penghasilan dan kesempatan untuk bergaul dengan teman, tetapi juga memberikan rasa tujuan dan peluang untuk berkembang secara pribadi.
Namun, beban kerja berlebihan, jadwal padat, dan lingkungan kerja yang tidak mendukung justru dapat menyebabkan stres. Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan bahkan berujung pada depresi.
Nah, untuk mengatasinya, kamu dapat menerapkan beberapa cara menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja. Dengan begitu, kamu bisa lebih produktif dalam bekerja tanpa terbebani stress. Berikut ulasannya!
Cara Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan mental di kantor atau lingkungan kerja:
1. Luangkan waktu beristirahat
Beristirahat dapat sangat membantu menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.
Cobalah untuk mengambil jeda beberapa menit dari tugas yang sedang kamu kerjakan atau menikmati waktu istirahat makan siang di kantor dengan tenang. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan waktu akhir pekan untuk beristirahat dan menyegarkan pikiran.
Memberikan dirimu waktu untuk diri sendiri adalah langkah penting dalam mengelola stres. Jika stres mulai terasa tidak tertahankan, jangan ragu untuk mengambil cuti kalau memang perlu.
Apabila kamu mengalami gejala gangguan kesehatan mental, segera hubungi psikolog atau psikiater. Kamu bisa membaca artikel berikut ini untuk mengetahui obat yang mungkin akan diresepkan:
- Ini Pilihan Obat Penenang Depresi yang Biasa Diresepkan Dokter
2. Bangun hubungan yang baik dengan rekan kerja
Membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja dapat sangat berpengaruh pada kesehatan mental di tempat kerja.
Terhubung dengan orang-orang di sekitar kamu tidak hanya membantumu mendapatkan koneksi profesional, tetapi juga dapat membuat suasana kerja menjadi lebih menyenangkan.
Cobalah untuk menyapa rekan kerja dan saling mendukung satu sama lain di tempat kerja. Selain itu, kamu juga mungkin bisa mencari kesamaan dengan rekan kerja, misalnya terkait dengan hobi atau hal yang disenangi.
3. Jangan membandingkan diri
Dalam lingkungan kerja, sering kali kita membandingkan diri dengan rekan kerja terkait perjalanan karier dan pencapaian. Hal ini dapat menimbulkan rasa rendah diri dan ketidakbahagiaan.
Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan, hampir setengah dari karyawan merasa kesehatan mental mereka terganggu akibat membandingkan diri dengan rekan kerja. Nah, hindarilah kebiasaan tersebut untuk menghindari munculnya perasaan negatif yang bisa memengaruhi kesehatan mental.
Sebaiknya, fokuskan perhatian pada perkembangan diri sendiri dan tujuan yang ingin kamu capai. Jika kamu merasa rendah diri, coba juga terapkan beberapa tips berikut ini: “Ini 5 Cara Menerapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari”.
4. Komunikasikan dengan atasan
Untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja, penting untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan stres dan apa solusi yang kira-kira sesuai. Setelah mengetahui faktor-faktor tersebut, bicarakan dengan atasan atau pihak terkait di perusahaan.
Misalnya, jika beban kerja berlebihan menjadi masalah, coba diskusikan dengan manajer dan coba tetapkan target yang realistis. Contoh lain, apabila kamu mengalami diskriminasi di tempat kerja, jangan ragu pula untuk melaporkannya.
Pihak perusahaan mungkin dapat melakukan perubahan untuk membantu mengatasi masalah yang kamu hadapi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif.
5. Mengikuti kegiatan dengan rekan kerja
Biasanya, banyak perusahaan mengadakan acara bonding atau kegiatan serupa untuk mempererat hubungan antar karyawan. Jika tempat kerjamu termasuk salah satunya, cobalah untuk ikut serta.
Mengikuti kegiatan kelompok dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkuat hubungan dengan rekan kerja, sekaligus memberikan kesempatan untuk bersantai dan mengurangi stres.
Manfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi dengan kolega, yang pada gilirannya dapat membantu menjaga kesehatan mentalmu di lingkungan kerja.