Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan lahiriah, sebab secara lantas memberi pengaruh cara kita berpikir, merasa dan bertingkah ketika menjalani kehidupan. Kesehatan mental yang bagus yaitu aspek utama yang diperlukan untuk mendorong kesejahteraan hidup kita.
Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami cara-cara menjaga kesehatan mental yang bagus, supaya bisa merasakan bermacam manfaatnya, seperti:
Bendung dalam menghadapi kesulitan sehari-hari.
Sehat secara lahiriah.
Merasakan hidup secara lebih bagus.
Sanggup membangun hubungan antar manusia yang sehat.
Mengeluarkan potensi diri sepenuhnya.
Berprofesi secara produktif.
Berkontribusi kepada masyarakat.
Metode-Metode Menjaga Kesehatan Mental
Menjaga kesehatan semestinya dimulai dari diri sendiri. Mental yang hancur, tidak cuma akan berdampak buruk pada kesehatan, melainkan juga bisa menyebabkan bermacam gangguan emosionil dan mental (nervous breakdown).
Beraneka cara ini bisa Anda lakukan untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan mental Anda.
1. Miliki Pola Hidup Sehat
Pola hidup yang sehat terdiri dari pola makan sehat dan kesibukan lahiriah teratur, yang tidak cuma berkhasiat bagi kesehatan lahiriah, melainkan juga mental.
Pola Makan Sehat
Makanlah makanan yang mengandung nutrisi lengkap dan sepadan termasuk:
Karbohidrat: nasi, sereal, roti
Protein: hewani (daging, ikan, ayam, susu) dan nabati (kacang-kacangan, biji-bijian).
Buah dan sayur.
Karbohidrat diandalkan bisa meningkatkan serotonin, yang mempunyai efek menenangkan suasana hati. Sayur dan buah juga mengandung nutrisi yang bisa memberi pengaruh senyawa kimia otak dalam mengendalikan suasana hati. Meskipun asam lemak omega-3 dalam protein hewani dan nabati, selain penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh, juga bisa meningkatkan fungsi kognitif otak dan suasana hati.
Batasi minuman berkafein dan tinggi gula, yang bisa memberi pengaruh joker123 suasana hati dan daya kerja otak. Minumlah cukup air putih untuk menjaga kadar air dalam organ-organ tubuh, termasuk otak.
Kesibukan Fisik
Para spesialis mengatakan bahwa mengerjakan kesibukan lahiriah secara teratur bisa memperbaiki konsentrasi, kualitas tidur, kebugaran dan perasaan, serta meningkatkan kepercayaan diri. Dikala bergerak, tubuh akan melepas hormon endorfin, yang bisa membuat kita merasa nyaman.
Lakukan kesibukan lahiriah secara rutin, minimal 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu. Tak perlu ke pusat kebugaran atau lapangan olahraga untuk melakukannya. Cukup dengan berjalan kaki, naik turun tangga, berkebun, atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
2. Kelola Stres dengan Baik
Stres yaitu komponen dari hidup, dan dalam batas yang wajar diperlukan, contohnya dalam mengejar deadline atau target. Tetapi, stres yang berlebihan bisa memunculkan ketidaknyamanan dan gangguan kecemasan, yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Baca Juga : Homesick: Pahami Hal-Hal ini Saat Sedang Mengalaminya
Kenali stres yang bisa dihindari dan tidak bisa dihindari. Persiapkan diri untuk menghadapi stres dengan cara-cara yang lebih sehat. Anda bisa mempelajari teknik-teknik meredakan stres, seperti yoga, meditasi, teknik pernafasan, dan relaksasi.
3. Cukup Beristirahat
Luangkan waktu untuk beristirahat di tengah pekerjaan dan kesibukan, supaya Anda tidak merasa lelah berlebihan (burnout). Contohnya, memanfaatkan waktu makan siang di kantor untuk bersantai, pergi berwisata di akhir pekan, atau mengambil cuti beberapa hari setelah tugas-tugas dituntaskan.
Perubahan rutinitas dan pergantian suasana juga bisa membantu memperbaiki kesehatan mental. Contohnya, berjalan-jalan di taman atau berolahraga ringan ketika rehat di kantor.
Pastikan Anda juga cukup tidur di jam yang teratur. Mutu tidur yang bagus bisa memperbaiki kesehatan mental dan membuat Anda lebih konsentrasi ketika bangun.
4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Pertahankan hubungan yang bagus dengan keluarga dan orang-orang di sekitar Anda. Mutu hubungan yang bagus dengan orang lain bisa memperkaya kehidupan kita, serta memberi rasa bersuka ria sejahtera.
Melakukan hal yang berkhasiat bagi orang lain juga bisa membuat kita merasa diperlukan dan dihargai, serta meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian memperlihatkan, membantu orang lain mempunyai efek positif pada perasaan dan bagaimana kita melihat diri sendiri.
5. Sediakan Waktu untuk Diri Sendiri
Lakukan hal-hal yang disukai atau hobi di waktu pribadi Anda, seperti membaca buku, bermain musik, membuat kerajinan tangan, melukis, atau bermain dengan binatang peliharaan. Sediakan waktu untuk mengerjakan perawatan diri (self-care) atau refleksi diri, supaya mental Anda segar kembali
Anda bahkan semestinya bisa memutuskan batasan yang terang antara pekerjaan dan waktu pribadi untuk menjaga keseimbangan hidup dan mencegah kelelahan (burnout).
6. Menerima Diri dan Menetapkan Tujuan yang Realistis
Tiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kita bisa mendapatkan diri sendiri dan berpikir positif, kita akan mempunyai harga diri yang bagus, dan lebih sanggup menghadapi kesulitan hidup.
Mengenali kelebihan kita akan membuat kita sanggup konsentrasi mengerjakan apa yang bisa kita lakukan dengan bagus, menjelajahi tempat-tempat baru, serta menambah teman baru.
Sebaliknya, mendapatkan kekurangan dan kelemahan diri sendiri membuat kita lebih berani belajar hal yang baru, serta memutuskan tujuan yang lebih realistis. Jika ada hal yang ingin kita ubah, jalani langkah-langkah menuju perubahan itu secara bertahap hingga tercapai.
7. Cari Hal-hal Yang Semestinya Disyukuri
Rasa berterima kasih bisa meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan kualitas kesehatan mental kita. Temukan hal-hal yang semestinya kita syukuri setiap hari, dan nikmati perasaan hal yang demikian. Tuliskan dalam jurnal atau camkan dalam hati Anda.
8. Hindari Alkohol, Rokok, dan Obat Terlarang
Sebagian orang berusaha untuk menuntaskan stres, kecemasan, dan keresahan yang dirasakannya dengan cara-cara tidak sehat, seperti merokok, minum minuman menandung alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang (NAPZA).
Meskipun, alkohol, nikotin, dan NAPZA efeknya cuma sementara dan tidak menuntaskan akar permasalahannya. Sebaliknya, bahkan memunculkan persoalan baru berupa ketergantungan kepada zat-zat adiktif ini.
Pengaruhnya|} merugikan, terutamanya kalau penderitanya mengalami gejala putus zat yang bisa memberi pengaruh otak. Untuk itu, hindari pengaplikasian alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang untuk meredakan gangguan emosionil yang sedang Anda rasakan.